Jurnal Jamu Kusuma https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma <p><strong><img src="https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/management/settings/context//public/site/images/abdush/0.jpg" width="438" height="621" /></strong></p> <p><strong>Journal of Jamu Kusuma</strong> is a journal published by <em>Pusat Unggulan IPTEKS Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat</em> (PUI PUJAKESUMA) Health Polytechnic of Surakarta that publishes scientific papers for academics and practitioners. Jamu Kusuma journal is open access, welcoming, and inviting to original and relevant research articles, literature studies, and special reports in the fields of traditional health, herbal medicine, and natural pharmaceuticals.</p> <p>This journal is published<strong> twice a year</strong> in June and December. <strong>Journal of Jamu Kusuma</strong> welcomes and invites researchers from all over the world to submit their papers (original research articles, systematic reviews, and case studies) for publication in this journal. All papers are published immediately upon acceptance.</p> <p>Publisher <strong>Journal of Jamu Kusuma</strong> is Poltekkes Kemenkes Surakarta incorporate with the organization of profesions : </p> <p><a href="https://drive.google.com/file/d/1nFIctYpx_ps2J-rSrKAY0DouUFhklx8I/view?usp=sharing">PPKESTRAJAMNAS and IAI</a></p> <table class="announcements"> <tbody> <tr class="title"> <td class="title"> <h4>ACCREDITATION RESULT</h4> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Start from Vol 1 Issue 1 2021, Based on Excerpts and Decrees of the Minister of Research and Technology / Head of the National Research and Innovation Agency, J<strong>urnal Jamu Kusuma </strong>has accredited<strong> SINTA 4 (4nd Grade Journal)</strong>. The Accreditation is valid until Vol 5 issue 1 2025.</p> Poltekkes Kemenkes Surakarta en-US Jurnal Jamu Kusuma 2798-0332 AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN KLOROFORM EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE DPPH https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/65 <p>Daun pepaya (<em>Carica papaya</em> L.) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Ekstrak daun pepaya dapat difraksinasi untuk meningkatkan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air, etil asetat dan kloroform ekstrak daun pepaya menggunakan metode DPPH. Ekstraksi simplisia menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental kemudian difraksinasi dengan air, etil asetat dan kloroform. Setiap fraksi diuapkan kemudian dihitung nilai rendemen ekstrak, skrining fitokimia, kadar total fenol, kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian diperoleh nilai rendemen ekstrak etanol daun pepaya adalah 8,56%. Hasil uji kuantitatif ketiga fraksi mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Kadar total fenol fraksi air, etil asetat dan kloroform berturut-turut adalah 112,968 ± 0,236 ppm; 109,382 ± 0,298 ppm dan 100,988 ± 0,298 ppm. Kadar total flavonoid fraksi air, etil asetat, klorofrom adalah 31,980 ± 0,313 ppm; 50,675 ± 0,124 ppm; 52,374 ± 0,190 ppm. Aktivitas antioksidan fraksi air, etil asetat dan kloroform adalah 666,846 ± 5,402 ppm; 646,049 ± 2,717 ppm dan 1.000,430 ± 4,454 ppm. Kesimpulan penelitian ini adalah fraksi air, etil asetat dan kloroform ekstrak daun pepaya memiliki aktivitas antioksidan.</p> Andi Wijaya Nova Rifki Widiastuti Anggun Novi Rahmadani Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 62 68 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.65 AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMBAI LAUT (Sonneratia caseolaris (L.) Engl.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/64 <p>Bakteri <em>Propionibacterium acnes </em>merupakan penyebab Jerawat. Jerawat adalah masalah kulit umum yang sering dialami oleh setiap orang di seluruh dunia. Daun rambai laut (<em>Sonneratia caseolaris</em> (L.) Engl) berfungsi sebagai alternatif dalam pengobatan jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat antibakteri daun rambai laut dan menentukan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri ini.<em> </em>Penelitian ini bersifat eksperimental, di mana setiap kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak etanol daun rambai laut pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, dan 20%, serta terdapat kelompok kontrol positif yang menerima klindamisin 2,5% dan kelompok kontrol negatif yang menerima etanol 70%. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian mengungkapkan zona hambat dari ekstrak etanol daun rambai laut pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, dan 20%, serta kontrol negatif dan kontrol positif adalah secara berurutan 17,60 mm; 17,91 mm; 18,86 mm; 19,3 mm; 0 dan 43,01 mm. Hasil ini dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis, yang menghasilkan nilai 0,037 (p &lt; 0,05), menunjukkan adanya perbedaan dalam kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri pada masing-masing konsentrasi ekstrak etanol daun rambai laut. Selanjutnya, uji Mann Whitney d menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%.</p> Heri Wijaya Siti Jubaidah Muhammad Deni Kurniawan Sella Handayani Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 69 80 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.64 PHYSICAL QUALITY EVALUATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF RED WATERMELON (Citrullus lanatus Thunb.) RIND EXTRACT LOTION https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/69 <p>Skin is an organ that covers the entire surface of a living creatures’s body. The topical preparations such as lotions is widely used to protect the skin from free radicals because the antioxidant content. One of plant that can be used is watermelon. Red watermelon rind contains lycopene, vitamin C, niacin, citrulline, beta-carotene, and vitamin E, which function as antioxidants. The aim of this study was to determine the physical quality and antioxidant activity of red watermelon rind extract lotion (<em>Citrullus lanatus</em> Thunb.). This methods of research was a quantitative descriptive. The lotion was made in four formula with various concentration of extract including F0(0%), F1(5%), F2(10%), and F3(20%). The lotion was evaluated for physical quality and antioxidant activity using a UV-Vis spectrophotometer. Physical quality assay for lotions include organoleptic, homogeneity, spreadability, stickiness, pH, and viscosity assay. The result of organoleptic F0 was a white in color, semi-solid, and has a distinctive base smell. The F1-F3 lotion was brownish-white, semi-solid, and has a characteristic smell of watermelon rind. The lotions were homogeneous, with spreadibility of 5.23-6.35 cm, stickiness of 1.55-3.50 seconds, pH of 5.50-6.81, and viscosity of 2755-4351 cps. The lotion F0 was classified as very weak antioxidant activity with an IC<sub>50</sub><sub> </sub> of 577.59 ppm, F1-F2 were classified as the moderate antioxidant activity with IC<sub>50 </sub>of 141.91 ppm and 100.31 ppm, and F3 was a strong antioxidant activity with IC<sub>50 </sub>of 59.93 ppm. All lotion formulas have complied with the topical preparation reference and SNI-16-4399-1996.</p> Ratih Purwasih M. Ali Nasikin Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 81 89 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.69 UJI EFEKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/79 <p>Nyeri merupakan masalah Kesehatan global yang diperkirakan sekitar 20% populasi dunia menderita nyeri setiap tahunnya. Diperlukan obat analgesik yang mampu meminimalkan rasa sakit namun tidak menimbulkan banyak efek negatif. Pengembangan obat bahan alam sebagai analgesik yaitu daun belimbing manis dan daun kersen, keduanya dikombinasikan dengan harapan mencapai efek sinergis. Penelitian ini bermaksud untuk memahami efektivitas gabungan ekstrak daun belimbing manis (<em>Averrhoa</em><em> </em><em>carambola</em><em> </em>L.) dan daun kersen (<em>Muntingia calabura</em><em> </em>L.) pada mencit galur (<em>Mus</em><em> </em><em>musculus</em>). Metode penelitian menggunakan induksi kimia dan bersifat eksperimental. Mencit dipecah 5 kelompok berisi 5 ekor mencit yaitu kontrol negatif Na-CMC), kontrol positif (asam mefenamat), dan tiga kelompok kombinasi dengan perbandingan (25%:75%; 50%:50%; 75%:25). Tiap hewan diberi perlakuan peroral lalu 30 menit setelahnya dilanjutkan induksi asam asetat 0,5% secara intraperitoneal. Kemudian geliat mencit diamati selama 60 menit dan dicatat total geliat setiap 5 menit. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji <em>one way </em>ANOVA dan uji <em>post hoc </em>LSD. Hasil menunjukan kelompok perlakuan positif tidak mempunyai perbedaan yang bermakna dengan ketiga kelompok kombinasi karena nilai (Sig&gt;0,05). Kombinasi ekstrak yang paling efektif ditunjukkan pada kelompok kombinasi 1 dengan persentase 99,88 %.</p> Fitriyati Fitriyati Ani Agustina Nur Mahdi Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 90 99 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.79 FORMULASI DAN UJI HEDONIK COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG CANGKANG TELUR BEBEK DAN TEPUNG TERIGU https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/80 <p>Cangkang telur bebek menjadi sumber kalsium yang baik karena memiliki kandungan kalsium hingga 94%. Kandungan kalsium dalam telur bebek paling stabil diantara kandungan kalsium telur ayam dan telur puyuh. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencegah osteoporosis dengan cara menambah konsumsi kalsium harian masyarakat Indonesia yang tergolong rendah. Pemanfaatan yang masih jarang dan limbah cangkang telur bebek yang menumpuk dapat diatasi dengan membuat inovasi cookies berbahan dasar tepung cangkang telur bebek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh subtitasi tepung cangkang telur bebek dan uji hedonik cookies tepung cangkang telur bebek dan tepung terigu. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Cangkang telur yang digunakan adalah limbah dari aktivitas rumah tangga. Uji mutu fisik dilakukan dengan melakukan uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji waktu rehidrasi. Uji hedonik dilakukan dengan penilaian uji organoleptik, meliputi aroma, rasa, warna, bentuk dan tekstur cookies pada 30 panelis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh subtitusi tepung cangkang telur bebek terhadap karakteristik cookies. Hasil uji hedonik dari yang paling disukai adalah adalah F3 dengan nilai 81,13% , F1 dengan nilai 78,13% dan 75,07%.</p> Septiana Laksmi Ramayani Uswatun Khasanah Pramita Yuli Pratiwi Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 100 104 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.80 MUTU FISIK SABUN CAIR EKSTRAK KELOR (Moringa oleifera L.) https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/53 <p>Sabun digunakan untuk membersihkan kotoran, terdiri dari bahan aktif dan bahan tambahan, senyawa yang menurunkan tegangan permukaan air. Daun kelor menjadi salah satu tanaman mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang dapat berperan menjadi anti bakteri, bisa dimanfaatkan menjadi bahan aktif membuat pembersih badan diantarnya sabun. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimental, untuk mengetahui mutu fisik sabun cair ekstrak daun kelor (<em>Moringa oleifera</em> L.) meliputi organoleptik, bobot jenis, pH, tinggi busa dan viskositas. Tujuan penelitian, mendeskripsikan mutu fisik sabun cair ekstrak kelor dan formulasinya yang disajikan dalam tabel dan dalam narasi deskriptif. Dari hasil pengamatan mutu fisik sabun daun kelor secara organoleptik, bentuk cair kental, warna kuning cenderung kecoklatan, bau aroma parfum dengan penambahan, pH sabun 8,85 sesuai dengan SNI<strong> </strong>8-11, Sediaan sabun menghasilkan ketinggian busa 5 cm, bobot jenis sabun 1,04 g/mL dan memiliki viskositas 4500 cP. Penelitian menyimpulkan mutu sabun ekstrak daun kelor sesuai standar yang telah ditetapkan.</p> Susilo Yulianto Bambang Yunianto Ag. Kirwanto Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 105 111 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.53 PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN TEH-TEHAN (Acalypha siamensis) DENGAN METODE ABTS https://jurnaljamukusuma.com/index.php/jurnaljamukusuma/article/view/37 <p>Antioksidan melambatkan oksidasi molekul oleh radikal bebas dengan cara memberikan atom hidrogen atau proton pada radikal, mengisi kekurangan elektronnya. Ini menghentikan reaksi berantai yang mungkin menghasilkan radikal bebas, membuat molekul radikal lebih stabil. Penelitian untuk mengetahui kandungan flavonoid yang terdapat pada ekstrak etanol daun teh-tehan, serta aktivitas antioksidan fraksi daun teh-tehan dan ekstrak etanol secara keseluruhan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif eksperimental. Setelah ekstraksi daun teh dengan etanol pada konsentrasi 96%, metode partisi cair-cair digunakan. Pada panjang gelombang 410 nm, spektrofotometri UV-VIS digunakan untuk memastikan konsentrasi flavonoid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS+ pada panjang gelombang 731 nm. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun teh-tehan adalah 14.839 ± 0.242 QE. Hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 untuk ekstrakretanol, fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksana masing-masing adalah 41,345 ppm, 65,132 ppm, 18,599 ppm, dan 105,507 ppm. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 18,599 ppm, menunjukkan aktivitas sangat kuat.</p> Allif Nur Hidayat Danang Raharjo Desy Ayu Irma Permatasari Copyright (c) 2023 Jurnal Jamu Kusuma 2023-12-28 2023-12-28 3 2 112 119 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.37